hello world!
Published: Januari 21, 2022

Tips untuk Memulai Bisnis Kuliner Online untuk Pemula

Penasaran bagaimana seseorang bisa sukses dan menjadi miliarder hanya dengan berbisnis kuliner online? Tentunya setiap orang sukses pasti pernah merintis dalam masa-masa awal membangun bisnisnya. Begitu pula dalam membangun bisnis kuliner. Jadi, tak perlu khawatir jika anda baru pertama kali memulai sebuah bisnis kuliner khususnya di masa pandemi ini. Mari kita bahas beberapa tips untuk membuat bisnis kuliner online untuk pemula.

Temukan ide

Dalam berbisnis kuliner, satu hal yang wajib untuk dilakukan sebelum memulau bisnis kuliner adalah menentukan jenis makanan/minuman apa yang akan dijual kepada customer. Saat ini, banyak sekali jenis makanan dan minuman baru yang menjadi tren di kalangan masyarakat. Ada beberapa referensi makanan dan minuman yang bisa dijual secara online diantaranya adalah:

  • Makanan dengan level pedas
  • Sate taichan
  • Ayam geprek
  • Seblak, cilok, cilor
  • Kue kering
  • Keripik, kerupuk
  • Kue bolu
  • Dessert box
  • Kopi
  • Salad
  • Pasta

Lalu setelah sudah menentukan jenis produk apa yang ingin coba dijual, kita harus memastikan bahwa makanan dan minuman tersebut yang akan dijual aman untuk dikonsumsi dan awet apabila ingin dikirimkan kepada pelanggan yang berjarak jauh. Pastikan juga bahwa packaging yang digunakan aman dan dapat melindungi makanan dan minuman hingga sampai ke tujuan.

Cari target market

Setiap bisnis pasti memiliki target pasar masing-masing, tak terkecuali pun di bisnis kuliner. Setelah sudah selesai dengan ide makanan/minuman apa yang ingin dijual, kita harus mengetahui kepada kelompok orang seperti siapa kita ingin menjual produk kita. Kita juga harus mengetahui seberapa besar minat dari target pasar kita terhadap produk yang ingin kita jual.

Meriset pasar sendiri dapat dilakukan dengan cara membaca tren-tren yang ada di social media atau dengan browsing di internet. Survei dalam skala kecil juga dapat dilakukan ke kerabat dan teman terdekat terkait ide bisnis kuliner yang ingin dilakukan. Dengan begitu, kita akan memiliki sebuah gambaran yang lebih jelas tentang siapa yang ingin disasar nantinya ketika kita mulai menjual produk kuliner kita.

Contohnya seperti makanan sehat seperti salad ataupun makanan yang umum dikonsumsi oleh vegan cenderung dinikmati oleh masyarakat dengan rentang usia tua yang ingin menjaga kesehatan mereka lebih ekstra. Makanan seperti ini pula dapat dijual ke komunitas olahragawan dimana mereka sangat memperhatikan nutrisi dan kesehatan dari makanan yang dikonsumsi.

Sebagai contoh lainnya, katering untuk makan siang. Katering ini cocok untuk dikonsumsi oleh para pekerja kantoran yang mempunyai waktu istirahat terbatas. Dimana menu dari katering ini bisa disesuaikan untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi konsumennya setiap hari sehingga tidak perlu lagi banyak menghabiskan waktu untuk memilih makanan yang sehat untuk mereka konsumsi.

Tentukan supply chain dan distribusinya

Dalam menjalankan sebuah bisnis makanan, diperlukan bahan-bahan mentah yang kemudian diolah untuk menjadi makanan yang sudah jadi (produk akhir) sebelum diperjualbelikan. Karena makanan memiliki keterbatasan dalam hal kadaluarsa dan kelayakan konsumsi. Maka harus dipastikan bahan makanan yang kita pasok sumbernya adalah sumber yang dapat dipercaya untuk menyajikan bahan makanan yang segar.

Yang pasti kita harus nya 1 pemasok yang bisa dipercaya baik dari segi kualitas, ketersediaan dan ketepatan waktunya sehingga untuk jangka panjang nanti. Kita tidak perlu lagi kesulitan untuk mencari sumber bahan ketika kita membutuhkannya. Setelah itu penting bagi kita juga untuk memiliki pemasok cadangan. Dalam hal ini tujuannya adalah pada saat keadaan mendadak dimana pemasok utama sedang kehabisan stok, kita sudah penyedia bahan makanan lain tanpa harus membuang waktu untuk mencari pemasok lain.

Kita juga harus memastikan bahwa pemasok mempunyai sistem distribusi yang layak dan tepat waktu agar bahan bisa sampai dalam keadaan dan kualitas terbaik.

Tentukan dimana makanan atau minuman akan dibuat

Tidak selalu perlu menyewa tempat tertentu untuk memulai sebuah bisnis kuliner online. Tetapi, kita tetap harus tau dimana makanan atau minuman yang akan kita jual diproduksi. Pastikan tempat pengolahan memadai dan higenis apabila kita langsung terlibat dalam prosesnya. Namun, jika kita ingin menyewa sebuah tempat khusus untuk mengolah oroduk, kita harus memastikan bahwa tempat tersebut dekat dengan sumber pemasok bahan makanan untuk menekan pengeluaran produksi bahan makanan ataupun minuman.

Buat rancangan keuangan yang tersusun rapi

Dalam berbisnis, kita harus menentukan sumber modal dan berapa jumlah yang ingin disalurkan untuk bisnis yang sedang dijalankan. Kita pun harus dapat mengatur time-bound target dimana dalam jangka waktu tertentu berhasil menjual berapa produk atau berhasil mendapatkan pendapatan berapa dari bisnis kuliner yang dikelola.

Dengan mengatur target yang rapi dan terencana, kita akan dimudahkan pada saat menentukan strategi penjualan. Target yang terstruktur juga dapat membantu kita mendapat suntikan modal lebih baik jika usaha yang dijalankan sudah mendapatkan modal dari investor sebelumnya.

Tentukan nama, packaging, dan strategi marketing

Pemilihan nama sangatlah penting bagi bisnis apapun. Karena nama adalah cerminan bagi bisnis itu sendiri. Dalam bisnis kuliner, nama harus dipilih sesuai dengan makanan/minuman yang dijual. Karena ketika seorang konsumen mencoba produk kita dan merasa produk kita enak, tentu mereka akan mengingat nama dari makanan tersebut. Tentunya nama yang mudah diingat memudahkan makanan yang kita jual untuk mencapai pasar yang lebih luas.

Untuk packaging dari makanan/minuman yang kita produksi pun harus disesuaikan dengan target pasar yang kita sudah tentukan sebelumnya. Pastikan packaging yang dipakai terlihat menarik untuk target pasar yang ditentukan. Seperti contohnya, untuk anak-anak, akan cocok jika memakai packaging yang berwarna-warni ketimbang yang berwarna dominan gelap.

Gunakan juga strategi digital marketing melalui media sosial yang penggunanya sesuai dengan target pasar kita. Kita juga dapat beriklan disitu agar makin banyak orang yang melihat dan membeli produk kita.

Pilih menu andalan dan tambahkan variasi menu lainnya

Ketika ada konsumen baru yang ingin mencoba makanan/minuman buatan kita, mereka akan cenderung penasaran dengan menu best seller dari semua pilihan di menu. Jadi kita harus mengupayakan untuk memiliki produk khusus yang menjadi andalan kita dan menjadi best seller sehingga dapat dipasarkan lebih kuat lagi.

Teruslah berinovasi selama menjalankan bisnis kuliner. Mulailah bereksperimen juga untuk menciptakan varian baru yang sesuai dengan minat dari konsumen kita. Tentu dengan selalu berinovasi, bisnis kuliner yang dijalankan akan terus hidup dan berkembang.

Gunakan aplikasi Kokikan untuk memasarkan aneka produk kuliner kreasimu

Masih terlalu ribet untuk berjualan makanan online? Gunakan aplikasi Kokikan, karena aplikasi Kokikan sangatlah cocok bagi kita yang baru ingin memulai berbisnis kuliner. Kita dapat menjual produk kita kapanpun di Kokikan dengan waktu yang fleksibel serta porsi yang bebas sesuai keinginan kamu. Dengan memasarkan produk kamu di Kokikan, kamu dapat berjualan ke tetangga sekitarmu dan mendapatkan hasil penjualan dengan mudah karena di Kokikan pembayaran dapat dilakukan dengan berbagai metode pembayaran kekinian seperti Bank Transfer, QRIS, Gopay, OVO, DANA dan ShopeePay. Untuk distribusi pun cukup ditaruh di drop point karena berada dalam satu lingkungan yang sama dengan pembeli. Serba mudah kan dengan Kokikan! Download aplikasinya di Apple App Store atau Google Play Store.

Itu dia beberapa tips untuk memulai berbisnis kuliner online untuk pemula. Yuk dicoba, mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi para pembaca yang baru ingin memulai berjualan makanan secara online. Selamat memulai berbisnis ya!

Join To Our News Letter

Alfonso Kenny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PT Delco Jaya
Prime Space - Jl. Arteri Permata Hijau No.34, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Indonesia 12210
Email : hello@kokikan.com