hello world!
Published: Februari 9, 2022

Seafood, Hidangan Lezat Yang Perlu Diolah Dengan Perhatian Khusus

Siapa yang tidak suka dengan hidangan seafood atau makanan laut? Meskipun ada beberapa orang yang tidak mengkonsumsi karena alergi, makanan laut ini menjadi favorit bagi banyak orang di seluruh dunia. Tak terkecuali di Indonesia, dimana wilayahnya didominasi oleh laut. Faktanya, Indonesia adalah negara dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada. Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal), Indonesia memiliki garis pantai yang membentang sepanjang 99.083 km. Indonesia juga memiliki luas laut yang besar, sebesar 3.273.810 km². Tak heran jika Indonesia masuk ke dalam urutan ke-6 negara dengan luas laut terbesar. Oleh karena garis pantai yang panjang dan luas laut yang besar, masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan olahan makanan laut.

Memang cukup mudah untuk mendapatkan hasil tangkapan laut di Indonesia untuk diolah menjadi masakan yang lezat. Hasil tangkapan laut bisa anda dapatkan di berbagai tempat di sekitar anda. Umumnya hasil tangkapan laut dijual di pasar tradisional, pasar modern seperti mall dan supermarket hingga outlet khusus. Namun, mudah untuk mendapatkannya bukan berarti semua hasil tangkapan laut yang tersedia dalam kondisi prima.

Pasalnya, seafood termasuk salah satu bahan masakan yang kualitasnya cepat menurun apabila tidak ditangani dengan baik atau sudah disimpan dalam waktu lama. Sebagai contoh, daging ikan lebih cepat busuk dibanding daging ayam atau sapi. Maka dari itu perlu perhatian khusus untuk memasakan hidangan yang berasal dari laut atau seafood ini. Salah memilih terkadang bisa menjadi fatal dan menyebabkan keracunan lho.

Berikut cara memilih seafood yang segar agar kamu mendapat rasa seafood yang terbaik dan terhindar dari bahaya keracunan.

1. Ikan

Untuk memastikan ikan yang anda pilih adalah ikan yang segar. Anda perlu memperhatikan beberapa bagian pada ikan secara teliti. Ikan yang busuk memiliki tanda-tanda fisik yang dapat dilihat. Umumnya ikan yang busuk memiliki tampilan warna mata yang suram dan sudah tenggelam (tidak timbul). Sisik ikan pun berwarna suram dan mudah lepas apabila disentuh. Ikan yang busuk memiliki warna kulit yang pucat dengan lendir yang tebal. Apabila perut ikan disentuh, dinding perutnya terasa lembek. Timbul juga bau kurang sedap yang menyengat dari ikan.

Berbeda dengan ikan yang segar, ikan yang segar memiliki warna kulit yang cerah dan terang. Apabila daging ikan ditekan, akan terasa lebih keras. Mata dari ikan yang segar berwarna jernih dan menonjol cembung. Sisik ikan yang segar masih menempel kuat, tidak banyak yang lepas dan berwarna mengkilat. Buka penutup insangnya dan lihat apabila insangnya berwarna merah berarti ikan masih segar. Sirip juga terasa kuat apabila disentuh. Pada bagian perut ikan, kulit dan daging tidak mudah robek. Ikan pun tidak berbau busuk.

2. Udang

Udang adalah salah satu seafood favorit selain ikan. Sebelum memasak udang, anda harus memastikan bahwa udang yang anda pilih adalah udang yang segar. Udang yang segar memiliki karakteristik khusus. Udang yang segar memiliki warna yang jernih dan tidak ada bintik-bintik hitam. Daging udang segar terasa keras dan kekar. Periksa pada kaki, kulit dan kepala udang. Apabila mudah lepas berarti udang tidak lagi segar. Udang memiliki bau amis yang segar, namun tidak berbau busuk. Hindari membeli udang apabila udang berbau busuk.

3. Cumi-Cumi

Cumi-cumi adalah seafood yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Selain karena tekstur dagingnya yang kenyal, cumi-cumi juga memiliki rasa yang gurih. Cumi-cumi yang segar memiliki tekstur yang kenyal dan kokoh apabila ditekan. Cumi-cumi pada ukuran yang lebih kecil memiliki warna keunguan dengan bintik-bintik hitam, sedangkan cumi-cumi dengan ukuran yang lebih besar memiliki warna putih dan sedikit bintik-bintik hitam. Cumi yang segar dilapisi oleh selaput lendir yang berwarna jernih. Cumi-cumi memiliki aroma khas namun bukan bau busuk.

4. Kepiting / Rajungan

Kepiting adalah seafood yang umumnya dijual dalam keadaan hidup. Maka dari itu kita seringkali melihat kepiting diikat ketika dijual. Sedangkan rajungan dijual dalam keadaan sudah mati. Sebagai ciri-ciri bahwa kepiting yang dibeli merupakan kepiting segar, perhatikan pada mata kepiting. Mata kepiting yang masih hidup seringkali bergerak keluar-masuk, hal tersebut menandakan kepiting masih dalam keadaan hidup. Pilihlah kepiting atau rajungan yang jari-jari dan capitnya masih lengkap. Tekan pada bagian belakang kepiting atau rajungan, jika terasa keras berarti kepiting atau rajungan itu gemuk dan sehat. Untuk dapat membedakan kepiting atau rajungan yang gemuk, bisa dilakukan dengan cara mengangkat badannya. Apabila terasa ringan berarti dagingnya kurang padat.

5. Kerang

Ada beberapa jenis kerang yang umum dijual dan dinikmati di Indonesia seperti kerang dara, kerang hijau, kerang bambu, kerang tahu, kerang simping dan kerang batik. Jika anda hendak menyajikan kerang sebagai hidangan, pastikan kerang yang anda pilih adalah kerang yang segar. Ciri-ciri kerang yang segar adalah kerang dengan cangkang yang banyak terbuka, hal tersebut menandakan bahwa kerang masih hidup. Jika anda hendak membeli kerang yang sudah dilepas dari cangkangnya, pilihlah kerang yang dagingnya masih padat dan terlihat utuh. Lihat juga pada warna daging kerang, apabila belum berubah dari warna aslinya, kerang masih segar. Hindari membeli kerang yang dagingnya telah berubah warna dan memiliki aroma busuk yang menyengat.

5 Cara Mengolah Seafood

Untuk mengolah seafood, ada 5 cara yang dapat dilakukan. Baik itu dibakar, ditumis/digoreng, dipanggang, direbus ataupun dikukus. Setiap cara pengolahan perlu diperhatikan tekniknya dengan benar agar seafood dapat dinikmati dengan lezat. Berikut cara mengolah seafood yang dapat anda lakukan.

1. Dibakar

Seringkali hidangan laut disajikan sebagai hidangan dengan cara dibakar. Membakar hidangan laut memang mudah asal tekniknya benar. Pastikan alat pemanggang diminyaki terlebih dahulu guna menghindari daging yang menempel pada alat pemanggangan. Jaga nyala api berada dalam jarak sedang dari ikan atau bahan seafood lainnya. Untuk membalik daging ikan, hindari menggunakan garpu agar daging ikan tidak remuk dan kehilangan kelembabannya. Kucuri dengan perasan jeruk lemon agar cita rasanya semakin nikmat.

2. Ditumis/Digoreng

Menumis atau menggoreng hidangan laut merupakan salah satu teknik pengolahan yang paling umum setelah membakar. Menumis hidangan laut secara singkat dapat membantu mengeluarkan cita rasa hidangan laut tersebut dalam waktu singkat tanpa menutupi rasa asli daging tersebut. Gunakan sedikit minyak zaitun dan bumbu rempah agar seafood terasa ringan dan empuk. Anda juga bisa melapisi daging seafood dengan tepung roti yang kering dan menggorengnya hingga menjadi hidangan kaya protein yang kering di luar dan empuk di dalam.

3. Dipanggang

Jika anda memiliki waktu lebih, tak ada salahnya untuk mencoba teknik yang satu ini dalam menyajikan seafood terutama ikan. Untuk memanggang anda perlu memasak daging seafood dengan panas yang tepat. Panaskan terlebih dahulu oven ketika anda mempersiapkan aneka bahan-bahan hidangan dan bumbunya. Bumbu yang tepat akan menambahkan cita rasa dari seafood tersebut dan menjaganya agar tetap lembab dan empuk. Iris daging ikan tebal-tebal termasuk untuk daging dengan kandungan lemak yang tinggi agar daging tidak mengering ketika sedang dipanggang.

4. Direbus

Teknik pengolahan yang satu ini perlu keterampilan yang khusus. Anda harus bisa menjaga agar didihan air tidak terlalu besar dengan cara menjaga intensitas api kompornya. Waktu juga sangat menentukan dalam proses pengolahan ini. Jika pengaturan api dan waktu tidak tepat, daging akan menjadi keras dengan rasa yang lebih hambar. Ketika air rebusan berada dalam suhu yang tepat dengan bumbu yang benar, hasilnya adalah hidangan dengan satu rasa. Anda bisa merebus air, anggur atau kaldu (yang tidak terlalu asin). Dengan teknik ini anda juga bisa memastikan hidangan anda tidak mengandung terlalu banyak lemak dan minyak.

5. Dikukus

Ikan adalah salah satu bahan masakan yang baik untuk dimasak dengan cara dikukus. Biasanya ikan dikukus secara utuh, namun tak jarang juga dibuat fillet terlebih dahulu. Ikan dapat dibumbui dengan ringan lalu di beri sedikit perasan jeruk lemot untuk menghilangkan amis. Ikan yang dikukus akan mempertahankan kandungan gizi seperti asam lemak Omega-3 dan cita rasanya. Dengan mengkukus, daging ikan tidak akan hancur selama proses memasak dalam steamer. Jika anda bandingkan dengan cara lain untuk memasak ikan. Ikan dapat kehilangan sebagian gizinya dalam proses memasak.

Jadi begitu tips and trick untuk memilih dan mengolah seafood hingga menjadi hidangan yang lezat dan menggugah selera, dan sekarang #YukMulaiMasak hidangan seafood!

Nah kalau anda berminat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari memasak di rumah, gunakan saja aplikasi Kokikan untuk mengatur dan memasarkan masakan anda kepada tetangga sekitar. Download aplikasinya di Apple App Store atau Google Play Store.

Follow akun Instagram, Facebook Page dan Twitter Kokikan juga yaa buat info promo dan neighborhood terbaru!

Untuk membaca artikel seputar masak lainnya, klik disini!

Join To Our News Letter

Alfonso Kenny

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

PT Delco Jaya
Prime Space - Jl. Arteri Permata Hijau No.34, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Indonesia 12210
Email : hello@kokikan.com